KARANGLEWAS - Madrasah Diniyah Salafiyah Syafi’iyah Al-Ittihaad 2 Pasir Lor kembali menegaskan eksistensinya sebagai pusat syiar pendidikan Islam Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah yang kokoh, moderat, dan berjiwa nasionalis.
Hal itu disampaikan langsung oleh Humas Madrasah, Ust Aksanul Ghozy dan Waka Kurikukum Ust Abdurrahman Fauzi, kepada awak media dalam wawancara yang berlangsung di Madrasah Al-Ittihaad 2 Pasir Lor, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat malam (23/01/2026).

Ust Aksanul Ghozy menegaskan bahwa Al-Ittihaad 2 bukan hanya tempat belajar, tetapi pusat pengkaderan santri yang berilmu dan berakhlak.
“Madrasah ini hadir sebagai ruang pengabdian, tempat menanam ilmu, adab, dan cinta tanah air. Kami mendidik santri agar alim dalam agama, santun dalam akhlak, dan kokoh dalam nasionalisme, ” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa ruh pendidikan di Al-Ittihaad 2 berpijak pada prinsip luhur pesantren.
“Kami memegang teguh Al-Muhafadhotu ‘Alaa Qodimish-Sholih wal Akhdzu bil Jadidil Ashlah. Tradisi keilmuan ulama salaf kami jaga, namun pembaruan yang maslahat juga kami terima, ” ujarnya.
Senada dengan itu, Waka Kurikulum Ust Abdurrahman Fauzi menegaskan bahwa visi madrasah adalah mengembangkan ilmu agama Islam berbasis Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah secara berkelanjutan.
“Al-Ittihaad 2 berdiri untuk mengajarkan dan mengembangkan ilmu agama Islam yang berlandaskan Aswaja An-Nahdliyah, agar santri memiliki pondasi aqidah yang kuat dan pemahaman keagamaan yang moderat, ” katanya.
Ia menjelaskan bahwa pembelajaran kitab kuning tetap menjadi inti pendidikan.
“Metode bandungan dan sorogan tetap menjadi jantung pembelajaran kami. Itu adalah warisan ulama yang menjaga sanad keilmuan santri secara langsung dan autentik, ” ungkapnya.
Namun demikian, madrasah tidak menutup diri terhadap perkembangan zaman.
“Kami juga mengintegrasikan pembelajaran TIK dan bahasa Inggris agar santri mampu berdialog dengan dunia modern tanpa kehilangan jati dirinya sebagai santri, ” lanjut Ust Abdurrahman Fauzi
Dalam aspek penguatan karakter kebangsaan, Ust Aksanul Ghozy menegaskan bahwa Al-Ittihaad 2 menanamkan nilai aqidah, syariat, siasah, dan wathoniyah secara seimbang.
“Santri harus religius sekaligus nasionalis. Cinta agama harus seiring dengan cinta Indonesia. Itulah jati diri santri Aswaja, ” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Ust Kholid, menguatkan pernyataan humas bahwa madrasah berfungsi membentuk karakter santri secara utuh.
“Kami tidak hanya mendidik santri agar pandai mengaji, tetapi juga agar berdisiplin, berakhlak, bertanggung jawab, dan siap mengabdi di tengah masyarakat, ” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pembinaan kesiswaan diarahkan untuk melahirkan santri yang berkepribadian kuat.
“Santri Al-Ittihaad 2 harus menjadi teladan di lingkungannya, membawa nilai Islam yang ramah, sejuk, dan mempersatukan, ” kata Ust Kholid.
Sementara itu, Ust Desli Haryono, selaku Sekretaris II Madrasah, menegaskan pentingnya legalitas kelembagaan sebagai bentuk tanggung jawab kepada negara.
“Alhamdulillah, Madrasah Al-Ittihaad 2 telah memiliki Piagam Izin Operasional Penyelenggaraan Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula. Ini adalah pengakuan negara sekaligus amanah besar bagi kami, ” jelasnya.
Ia merinci bahwa izin operasional tersebut bernomor B-3401/KK.11.02/3/PP.00.7/07/2024, yang diterbitkan atas nama Menteri Agama Republik Indonesia melalui Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas.
“Legalitas ini menegaskan bahwa Al-Ittihaad 2 sah dan layak menyelenggarakan pendidikan keagamaan sesuai peraturan perundang-undangan, ” tegasnya.
“Madrasah ini berdiri sejak 1 April 1983 atas prakarsa KH. Muhammad Ali Sodikin, beralamat di RT 005/002 Pasir Lor, Karanglewas, Banyumas, dan telah memiliki NSMDT: 311233020168. Semua ini adalah bukti keseriusan kami dalam membangun pendidikan Islam yang profesional dan bertanggung jawab, " pe8sannya
Menutup wawancara, Ust Aksanul Ghozy menyampaikan ajakan kepada masyarakat luas. “Madrasah adalah ladang amal jariyah. Di sinilah doa-doa dirangkai, ilmu ditanam, dan masa depan umat disemai. Siapa pun yang ikut merawat madrasah, berarti sedang merawat masa depan Islam dan Indonesia, ” pungkasnya.
Ust Abdurrahman Fauzi menambahkan dengan nada penuh harap, “Selama madrasah hidup, selama itu pula cahaya Aswaja, ilmu, dan nasionalisme akan terus menyala, " singkatnya.
Hal ini menegaskan bahwa Madrasah Al-Ittihaad 2 Pasir Lor bukan sekadar lembaga pendidikan, melainkan pusat syiar Islam Aswaja dan benteng kebangsaan. Dari madrasah inilah lahir santri yang alim, santun, moderat, dan siap mengabdi untuk agama, bangsa, dan negara.
(Djarmanto-YF2DOI)

Updates.